18 Februari 2012, aw aw aw ^^. Subhanallah
Alhamdulillah. Saking senengnya, sampe gag bisa diungkapin dalam kata – kata,
haha. Lingkaran kecil itu, berada di Masjid Agung. Dalam suasana yg special
banget nambahin suasana semakin gimanaaa gituu :D Ukhti kami tersayang telah
hadir kembali menggenapkan kekosongan lingkaran ini. Lingkaran yang kemarin
kemarin terlihat bengkok, insyaAllah akan menjadi lingkaran yang kami idam –
idamkan, hehe. Dan yang lucuuu, kami sempat lupa untuk memberikan greeting
cards for our ukhti, yaitu si ukh Kalem dan si ukh Pelangi. Yang ngebuat kami
agak sedikit telat, haha. And, hope you guys like these gifts ^,^ Doa – doa
kami slalu bersama kalian, my beloved ukhti, ihiir. Dan saat – saat mendebarkan
ketika mb sayang ngomongin tentang TAAKHI #kenapa gag Taukhti aja
yaaa ;p Beliau pengen men – taakhi – kan kami, woow. Dan saat pemasangan taakhi
itu, aku gag kaget sih, soale sama ukh Sangar, ahihi. Oya, taakhi adalah sebuah
proses “penyaudaraan” antara dua muslim sebagaimana Rasulullah SAW menyaudarakan
antara kaum Anshar dan Muhajirin. Maksudnya, biar keduanya dapat saling
mengajak kepada kebaikan, mengingatkan akan kesalahan, saling toleransi, bisa
saling cerita, dapat saling memahami, dan bisa maem berduaaan #candle light
dinner gt, aha. Oww, so sweet :D Dan pesen
mb yang, jangan sampai taakhi ini menjadi pemisah dengan yang lainnya, jangan
membatasi atau membagi – bagi. Betul – betul. Bersyukur banget, kayak e mb yang
tahu deh, apa yang sedang ‘melanda kami’ #sok teu banget. Dan semoga dengan
adanya taakhi ini, kami bisa saling memahami, dan saling berkata “Aku mencintai
kalian karena Allah, saudariku”. Dan semoga ungkapan itu tak hanya keluar dari
bibir, tapi dari lubuk hati yang terdalam, amiiin ^.^
Rabu, 22 Februari 2012
Senin, 13 Februari 2012
Ukhuwah Bagaikan Sebuah Jeruk
Ukhuwah
Bagaikan Sebuah Jeruk
Dalam
dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh
di surga, menara – menara cahaya menjulang untuk hati yg saling mencinta. #Salim A. Fillah
Mendengar kata ‘ukhuwah’ pasti sudah tidak asing
lagi di telinga kita. Yuups! Ukhuwah atau yg lebih kita kenal dengan sebutan persahabatan
adalah suatu ikatan yg brrrrr, hehe. Kayak dingin ajaa. Tapi, ya begitulah
ukhuwah. Serasa dingin, menyejukkan, menenangkan, kayak di gurun. Gurun es
maksudnyaaaa ^^v. Ukhuwah memang begitu indah, apalagi ukhuwah yg berlandaskan
cinta pada ALLAH. Wow, terasa sensasinyaaaa! Dan alhamdulillah, aku
[insyaAllah] sudah merasakan dan mendapatkannya. Betapa sungguh indah ukhuwah
itu. Dari tahapan – tahapan yg ada, perlahan – lahan dapat dilalui. Dari mulai
ta’aruf – yg sebatas berkenalan – sampailah pada tahapan itsar – mendahulukan sodaranya.
Sungguh susah yg namanya itsar, tapi aku akan selalu berusaha untuk melakukannya
selama aku mampu dan bisa. Bismillah.
Dan ukhuwah, bagaikan kita makan sebuah jeruk. Kita
bisa mendapatkan yang ‘manis’ atau bahkan kita mendapatkan yang ‘kecut’. Sebuah
perumpamaan yang cukup lucu. Tapi, itulah yg aku dengar dan baca dari seorang
temen bahkan seorang sahabat. Dan semoga dia mendapatkan persahabatan yg ‘manis’
kayak maem jeruk, amiin. Dan aku??? Selama mengelana di kehidupan ini,
alhamdulillah aku ngerasa mendapatkan persahabatan se’manis’ jeruk. Yaaaah, meski
kadang merasa di’kecutin’ sama persahabatan, tapi aku bersyukur mendapatkan
temen, sahabat, dan sodara kayak mereka semuuua muaanya.
Dakwah Sekolah oh Dakwah Sekolah
Kami, dilahirkan dari rahim hangat da'wah sekolah.
Diasuh oleh ketulusan para mentor dan murobbi sekolah membuat kami mampu tegak
berdiri menghadapi berbagai permasalahan tdk hanya di dunia sekolah tapi juga
di dunia mahasiswa.
Hingga kini kami bertahan...
Fabi ayyi 'ala I robbikuma tukadziban !
***
Da'wah, rasanya bisa dikatakan menjadi tempat dimana
semua keterbatasan ada, keterbatasan SDM, keterbatasan dana, keterbatasan
waktu, bahkan terkadang keterbatasan izin orangtua. Namun ternyata da'wah mampu
mengalirkan keberlimpahan cinta untuk sesama, keberlimpahan inspirasi, dan
keberlimpahan cahaya yang mencerahkan.
Tak perlu jauh mencari bukti,
Di dekat, bukti itu adalah kami,
Juga kalian.
Di tempat yang jauh, bukti itu tersebar dari Gaza
hingga Papua, torehan peristiwa ajaib yang memukau kehidupan. Bacalah-carilah,
kelak bukti itu akan membuat kita bersyukur pernah disentuh oleh da'wah.
Da'wah selalu mencerahkan
Dan istimewanya,
Da'wah sekolah selalu mendapat kesempatan pertama
untuk mencerahkan manusia,
Itu karena da'wah sekolah berhadapan dengan para
manusia belia, para calon pelanjut generasi bangsa yang tulang belulangnya
masih kokoh berdiri, yang senyumannya masih secerah mentari pagi.
Tak usah menunggu tua untuk melihat perubahan, di
sekolah yang di 'cerahkan', musholla selalu tampak penuh dengan jejalan putih
abu di jama'ah dhuha,
Kemeja siswa tampak menggembung diisi mush'af,
Tahajjud bersama pun digelar
Dengungan tilawah dan hapalan menembus telinga yg
masih ada setitik keimanan
Bukan itu saja,
Belia-belia putih abu istimewapun terlihat dari
kesantunannya berbicara, kejujurannya saat ujian, kekokohannya menjaga harga
diri, kebaikan akademisnya, kehebatannya membagi waktu dan kebaikan-kebaikan
lainnya.
Sungguh, Keberkahan yang Allah lahirkan dari da'wah
sekolah telah mampu mengobati zaman yang telah luka berdarah-darah,
Oleh tawuran pelajar
Oleh pergaulan bebas pelajar
Oleh pornografi pelajar
Oleh akhlak hina pelajar
Oleh kecurangan pelajar
Oleh hedonisme pelajar
Da'wah sekolah yang digadang-gadang siang malam oleh
saya, kami, kalian, dan ribuan aktivis da'wah sekolah lainnya,
Telah mampu membuat jalinan mimpi indah tentang negeri
yang 'baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur ' itu terajut kembali.
Bahwa harapan itu masih ada,
Bahwa waktu sela kehadiran azab Allah itu masih bisa
dipanjangkan...
Fabi ayyi 'ala I robbikuma tukadzibaan!!
Maka ni'mat Tuhan yang mana lagi yang engkau
dustakan...
Tak mampu kami hidup tanpa da'wah, telah kami dan
kalian ikrarkan,
Telah kami dan kalian buktikan
Telah kami dan kalian perjuangkan
Pusaran da'wah yang indah telah membuat kelelahan
langkah kita tak lagi bermakna
Manisnya iman dan ukhuwah telah membuat
habisnya uang, habisnya waktu kita tak lagi punya arti
Kita percaya bahwa da'wah telah menyirami keimanan
manusia, dan iman sejak kehadirannya selalu mampu merubah apa saja. Bahwa iman
selalu membawa jutaan cerita ajaib dalam kehidupan, bahwa iman mampu membuat
kita bertahan dan lebih berdaya.
Jadi Wahai Adik,
Tetaplah berjuang, bertahan, berpegangan tangan,
Kelak kalian akan saksikan, ada dunia baru yang Allah
berkahi, yang tentram dan indah,
Yang akan kita wariskan untuk manusia-manusia baru
yang tak lain adalah anak-cucu kita sendiri
Jadi Wahai Adik,
Jangan pernah berhenti,
Karena berhenti berarti mati
Karena berhenti berarti hidup tanpa cahaya
Wahai Adik,
Sungguh, langkah kaki kalian selalu kami doakan,
Agar Allah mudahkan
Agar Allah sucikan dari kepentingan dunia
Agar Allah menjaga keberkahannya
***
Kami juga kalian, dilahirkan dari rahim hangat da'wah
sekolah. Diasuh oleh ketulusan para mentor dan murobbi membuat kami dan kalian
mampu tegak berdiri bertarung dengan 'keangkuhan zaman'
Di hati kita ikrarkan : Allahu Ghoyatuna ! Karena
Allah saja
Hingga kini kami dan kalian bertahan...
***
Semoga,
Saya, kamu, kalian, semua aktivis dakwah selalu dan
selalu istiqomah di JALAN INI J
Semoga dan semoga Allah selalu meridhoi setiap langkah
kami
Sumber: islamedia.web.id
Kamis, 22 Desember 2011
LIRIK LAGU IWAN FALS "IBU"
ribuan kilo jalan yang kau tempuh
lewati rintang untuk aku anakmu
ibuku sayang masih terus berjalan
walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah
lewati rintang untuk aku anakmu
ibuku sayang masih terus berjalan
walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah
seperti udara kasih yang engkau berikan
tak mampu ku membalas, ibu… ibu…
ingin ku dekat dan menangis di pangkuanmu
sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
dengan apa membalas, ibu… ibu…
sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
dengan apa membalas, ibu… ibu…
ribuan kilo jalan yang kau tempuh
lewati rintang untuk aku anakmu
ibuku sayang masih terus berjalan
walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah
lewati rintang untuk aku anakmu
ibuku sayang masih terus berjalan
walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah
seperti udara kasih yang engkau berikan
tak mampu ku membalas, ibu… ibu…
tak mampu ku membalas, ibu… ibu…
Selasa, 20 Desember 2011
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
