Rabu, 04 Juli 2012

Sudah Tiba Saatnya

0 komentar

Sudah Tiba Saatnya

Astaghfirullah. . .
Gag ikut melingkar tadi membuat sangat – sangat begitu sedih, kecewa, nggondug, sebeeeel =(
Padahal pekan kemarin si mba udah pesen “kalo bisa datang semua ya dek”
Tapiii, apa dayaaaa???
Ada kuliah tambahan -,- dan birrul wallidain. . .
Dan. . .
Di sana mereka mendengar dan menyimak kata demi kata dan pesan yang disampein mba – nya. .
Kita bakal ditinggal [lagiii]. . .
Mereka antara percaya dan tidak percaya,
Apalagi aku yang cuma diceritain via sms dan fb,
Semoga tadi bukan yang terakhir bwt akuuu =(
Semoga pas hari – H – nya bisa ikut menyaksikaaan, aamiiin =(
“InsyaAllah takdir – Nya pasti lebih baik. . .Semoga selalu istiqomah dan menjadi lebih baik”
Sebuah pesan subhanallah dr mba – nya. . .
Barakallah mba sayaaaang =)

Minggu, 24 Juni 2012

Zona Aman

0 komentar

 Zona Aman??

Cobalah sesekali keluar dari ‘zona aman’
Bukan konotasi negatif yg dimaksudkan,
Tp lebih terhadap keadaan kita yg mungkin membwt kita ‘nyaman dan aman’
Karena, dengan begitu kita dapat belajar banyak hal
Kita pun dapat belajar dari siapa saja
Yg ternyata setiap orang mempunyai ‘kelebihan’ tersendiri

SEMANGAT ^^
Bergerak atau Tergantikan


[terinspirasi dr kelompok remaja cewek]

Kamis, 14 Juni 2012

Beginilah Jalan Dakwah

0 komentar

Beginilah
Jalan Da’wah
Mengajarkan Kami

            Suatu kebahagiaan yang luar biasa apabila kita bisa merasakan nikmatnya kebersamaan di jalan – Nya. Patutlah, jika seseorang merasakan kebahagiaan dan kebanggaan karena Allah telah memilihnya berada di jalan ini. Kenikmatan berjama’ah. Sungguh kenikmatan yang begitu istimewa. Itu merupakan suatu kenikmatan setelah kita menerima kenikmatan berupa keimanan kepada Allah SWT.
 Jalan ini, jalan yang hanya sedikit orangnya, panjang dan lama waktunya, serta banyak godaannya. Begitulah jalan dakwah. Dalam buku “Beginilah Jalan Da’wah Mengajarkan Kami”, penulis begitu piawai dalam mengklasifikasikan tahapan – tahapan dalam berdakwah. Sang penulis, M. Lili Nur Aulia menuliskan ke dalam lima bab dari setiap tahapan dakwah. Bab pertama menceritakan tentang “Dari Sini Kami Memulai”, bab kedua mengemukakan tentang “Ketika Kami Membangun Kebersamaan”, bab ketiga menyampaikan tentang “Perjalanan Beraroma Harum Semerbak”, bab keempat mengungkapkan tentang “Ketika Melewati Jalan Mendaki”, dan pada bab terakhir, penulis memberi judul “Kesejukan yang Meringankan Langkah”.

Senin, 11 Juni 2012

BERTAHAN

4 komentar


BERTAHAN 

QS. Al – Kahf: 28:

“Dan bersabarlah engkau bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan siang hari dengan mengharap keridhoan – Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.”

 
Istiqomahlah dalam jalan dakwah ini ...
Bertahanlah,
Bertahan saat ‘gesekan – gesekan’ dalam ukhuwah terjadi ...
Bertahan ketika terjadi gesekan dalam jama’ah ...

Selasa, 27 Maret 2012

The First Time^^

4 komentar

Subhanallah ;D
The awesome beach
Baru kali pertama mengunjunginyaa, haha
Setelah seharian muter – muter bareng temen2 di Kota Pelajar #katenyeee
Akhirnya  melabuhkan perjalanan terakhir di PARIS ---> Pantai Parangtritis maksudnyaaa :D

Sabtu, 17 Maret 2012

Afwan =')

0 komentar

Kangen rindu sedih seneng bingung. Semuanya bercampur berpadu jadi satu. Kalimat yang terlontar itu membuat agak tersentak. 


 Ya Allah, semoga Engkau beri yang terbaek untuk ‘mereka di sini’ dan ‘mereka di sana’. Maaf buat semuanya. Tapi, mungkin kata maaf tak melegakan hati kalian.
Afwan jiddan :’)
With love coz Allah :’)

Jumat, 02 Maret 2012

“Fabi ayyi aalaa irabbikumaa tukaddibaa”

0 komentar

Ku kira hidupnya sempurna. Tapi ternyata, tak sesempurna yang ku bayangkan. Dari obrolan singkat siang itu, aku tahu betapa dia kurang beruntung. Bercerita tentang “hidupnya”, tentang keluarganya, tentang masa kecilnya, tentang sekolahnya. Ibunya yang sudah meninggal, ayahnya yang “gila”, saudaranya yang tak mempedulikannya. Yang dipunya hanya eyang putri dan kakak laki – laki. Meskipun sudah berkeluarga dan mempunyai seorang anak yang lucu, tapi batinnya masih ingin merasakan kebahagiaan masa kecilnya. Tapi, dia hanya bisa berharap. Dia harus bekerja keras bersama suaminya demi hidup dan anaknya. Tapi dia tak pernah menyalahkan keadaan dan takdirnya. Dia hanya bersyukur bisa melewati itu semua. “Kamu bersyukur Yuk masih dikasih orang tua yang lengkap. Dengan keadaan yang mencukupi.” Kalimat itu yang dilontarkannya pada ku siang itu.  Aku ngerasa kesetrum. Orang tua yang lengkap, keadaan yang mencukupi. Ya! Itu semua ada padaku. Orang tuaku alhamdulillah masih menemaniku sampai saat ini. Dengan kasih sayang dan cinta yang mereka berikan membuatku sangat bahagia. Meskipun tak ku punya adik atau kakak.

 

SEHANGAT SEMANGAT
Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template